Welcome

Minggu, 04 Juli 2010

Konsumsi Ceker Ayam, Cegah Osteoporosis


SEBAGIAN orang mungkin merasa jijik mengkonsumsi ceker (kaki) ayam, meskipun telah diolah menjadi makanan lezat menggoda. Barangkali karena mengingat masa lalu Si Ayam yang gemar mengeker-eker sampah untuk mencari makanan. Bisa juga karena melihat bentuk ceker ayam yang hanya terdiri dari tulang, otot dan sedikit kulit.

Dari segi prestise, masakan ceker ayam sering disebut makanan tak berkelas. Bahkan di luar negeri, bagian organ ayam ini jarang dimanfaatkan untuk kosumsi manusia. Itu sebabnya, banyak yang meremehkan ceker ayam, jika belum tau manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan.

Meski remeh-temeh, ternyata mengkomsumsi ceker ayam yang banyak mengandung zat kapur, kolagen, hydroxyapatite secara alami ini dapat memelihara kekuatan tulang. Selama ini orang beranggapan untuk mencegah keropos tulang (osteoporosis) cukup dengan kalsium. Padahal, kasium hanya dapat menguatkan tulang bagian luar saja. Karena itu, Banyak kasus osteoporosis yang tidak sembuh hanya dengan minum susu kalsium.

Hydroxyapatite yang terkandung dalam ceker ayam inilah yang mampu menentukan kekuatan tulang. Zat tersebut merupakan makanan untuk tulang, yang berasal dari tulang binatang seperti ayam, kuda, sapi, atau kambing. Mungkin ada masih bertanya-tanya, bagaimana bisa ceker aya berpengaruh dengan penyakit osteoporosis?

Mempercantik Kulit

Di dalam tubuh kita terdapat dua macam antigen, yaitu antigen asing dan antigen diri, setiap antigen bisa bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen imunogenik selain mampu berikatan dengan antibodi spesifik, juga mampu menghasilkan antibodi spesifik terhadap antigen. Antibodi terhadap antigen imunogenik inilah yang perlu dirangsang untuk mencegah keroposnya tulang.

Antigen imunogenik ini dapat ditemukan di dalam kolagen yang tardapat pada ceker ayam. Selain untuk tulang dan sendi, Kolagen juga berguna untuk, mempercepat pemulihan jaringan yang luka atau cedera, melindungi jaringan dari cedera kambuhan. Selain itu membakar lemak, mempercantik tampilan kulit jadi lebih halus.

Selasa, 29 Juni 2010

Musik Mozart Cerdaskan Anak, Benarkah?


BENARKAH musik Mozart dapat membuat anak Anda menjadi lebih cerdas? Dari hasil sebuah studi baru-baru ini, diketahui bahwa ternyata antara musik Mozart dengan kemampuan kognitif seorang anak tidak ada hubungannya.

Sebagaimana disiarkan HealthDay News, Jumat (14/5), yang dikutip kantor berita Xinhua, hasil studi itu menyebutkan, mendengarkan musik Mozart takkan membuat anak Anda menjadi lebih cerdas.

Dalam studi itu diperdebatkan penelitian terdahulu yang memperlihatkan hubungan antara mendengarkan musik Mozart dengan peningkatan kemampuan otak. Seperti studi terkenal pada 1993 yang diterbitkan jurnal Nature, menunjukkan bahwa mendengarkan musik Mozart akan meningkatkan kemampuan kognitif.

Akibatnya, orang-orang semakin tertarik untuk mendekatkan putra-putrinya musik klasik. Industri penjualan kaset atau CD pun berlomba menjualnya ke berbagai sekolah, pusat penitipan anak, juga orang tua.

Namun penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Austria baru-baru ini tak menemukan bukti bahwa mendengarkan musik Mozart berdampak pada kemampuan kognitif seseorang, demikian HealthDay News.

Para peneliti di University of Vienna mengkaji lebih dari 40 studi dan penelitian yang tak disiarkan, meliputi sedikitnya 3.000 subjek. Kesimpulannya, tak ada hasil yang mendukung pendapat bahwa musik Mozart meningkatkan kemampuan otak anak.

Dengan demikian, temuan itu membantah mitos mengenai dampak peningkatan kemampuan otak diantara pendengar musik Mozart. Para peneliti pun melaporkan bahwa mereka tak dapat mengkonfirmasi dampak menguntungkan dari mendengarkan jenis musik ini.

"Saya menyarankan mendengarkan musik Mozart kepada setiap orang, tapi itu tak memenuhi harapan mengenai peningkatan kemampuan kognitif," tutur ahli ilmu jiwa di University of Vienna Jakob Pietschnig, sekaligus penulis riset tersebut.

Senin, 28 Juni 2010

Normalkah Indeks Massa Tubuh Anda ?

BMI (Body Mass Index) merupakan metode yang banyak digunakan untuk mengukur tingkat obesitas. Nilai BMI tidak tergantung umur dan jenis kelamin. Namun, BMI tidak dapat digunakan bagi anak-anak, wanita hamil dan orang yang sangat berotot. Seseorang dikatakan obesitas dan membutuhkan pengobatan jika nilai BMI-nya diatas 30, atau kelebihan berat badan sebanyak 20%.
Untuk mempermudah menghitung nilai BMI Anda, berikut tersedia kalkulator BMI. Cukup dengan memasukkan berat dan tinggi badan, Anda dapat mengetahui nilai BMI dan dikategori mana Anda berada.
BMI Calculator
kg
cm
body mass index